Nama : Nita Yustitia Rahmayani
Kelas : 4D
Npm : 16410160
Teks ulasan cerpen “ Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang”
Cerita pendek “ Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang” merupakan karya A. Mustofa Bisri yang menceritakan seseorang yang melakukan perjalanan untuk menuju ke kota temannya menggunakan kereta. Ketika di stasiun ia melihat gadis kecil yang membuatnya terbayang bayang akan sosok gadis kecil beralis tebal, bermata cemerlang yang memandangi dirinya. Pada saat di rumah temannya ia bingung melihat perempuan yang mirip dengan gadis kecil beralis tebal.
Cerita pada cerpen ini diawali ketika ada seorang lelaki melakukan perjalanan dari stasiun S menuju stasiun kota J. Ketika dikereta ia melihat gadis kecil dengan alis tebal dan mata yang cemerlang. Gadis itu tidak berhenti memandanginya membuat seorang lelaki tersebut merasa penasaran dan selalu terbayang dipikirannya. Setelah sampai di stasiun tujuan lelaki itu menaiki taksi dan mencari alamat temannya yang jauh dan akhirnya ia bertanya kepada warga sekitar. .setelah sampai di rumah temannya lelaki itu disambut baik oleh sahlan. Sahlan menyiapkan segala keperluan lelaki itu seperti Makan, mandi kamar dan sebagainya. Ketika di kamar lelaki itu mendengar seseorang yang sedang menyanyi india sahlan pun mengatakan bahwa yang bernyanyi adalah adiknya. Seketika lelaki itu bahagia dan ketika melihatnya ternyata ada seorang perempuan yang mirip dengan gadis di stasiun. Lelaki itu pun sempat berfikir bahwa itu adalah ibu dari gadis tersebut. Kemudian sahlan memperkenalkan istrinya kepada lelaki itu . Seketika lelaki itu gugup dan bingung.
Sahlan mengatakan bahwa perempuan itu adalah adiknya,setelah beberapa waktu akhirnya lelaki itu tahu bahwa perempuan itu merupakan istri sahlan. Sahlan menganggap bahwa istrinya adalah adiknya. Sahlan juga menceritakan kepada lelaki itu bahwa istrinya tidak pernah bersuara ia hanya menggunakqn senyuman dan n Tatapan mata untuk berkomunikasi. Tanpa dia menjawab kita semua sudah mengerti jawaban dia dari tatapan mata yang cemerlang dan senyuman yang manis penuh arti. Seketika pembicaraan berhenti ketika istri sahlan membawakan kopi untuk mereka.
Cerpen karya A. Mustofa Bisri ini disajikan secara runtut, sehingga pembaca lebih mudah memahami isi dari cerpen tersebut. Selain itu, kosa kata yang digunakan pada cerpen ini dapat membuat pembaca terlarut dalam cerita didalamnya. ketika penulis menggambarkan seorang gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang. Penulis dapat mdngajak pembaca untuk berimainasi.
Namun, disamping kelebihan cerpen itu ada beberapa yang sulit dipahami contohnya pada bagian cerita. Pembaca bingung Contohnya yang terjadi sebenarnya.
Cerpen ini menceritakan tentang sesorang laki-laki yang melakukan perjalanan dari stasiun s menuju stasiun kota j didalam perjalanan lelaki itu bertemu dengan seorang gadis kecil beralis tebal bermata cemerlanh yang memandanginya terus menurus hingga membuat lelaki itu terbayang-bayang oleh wajahnya. Sesampainya di stasiun kota j lelaki itu naik taksi untul mendatangani rumah kenalannya yang bernama sahlan hingga akhrinya ketemu sahlan merasa gugup karena ia tidak percaya bahwa lelaki itu menepati janjinya untuk datang kerumahnya dan berkenalan dengan adiknya setelah masuk rumah lelaki itu dipersilahkan untuk mandi dan bersih-bersih setelah itu makan dan ketika makan sahlan memperkenalkan istrinya yang sebenarnya akan dikenalkan kepada lelaki itu, akhrinya lelaki itu kaget dan bingung kepada sahlan. Sahlan menceritakan bahwa istrinya ini pendiam lebih suka senyum ketimbang berbicara.
Darii cerpen ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa janganlah kita mudah percaya kepada orang yang baru kita kenal. Selain itu, jangan banyak bicara bicaralah deperlunya karena diamnya seseorang adalah emas
Nita Yustitia Rahmayani
Senin, 02 April 2018
Kamis, 28 Desember 2017
UAS SBM kelas 3D PBSI 2017/2018
Saya Nita Yustitia R. kelas 3D menyerahkan hasil UAS , berikut saya lampirkan hasil UAS saya silakan klik disini
Jumat, 24 November 2017
Minggu, 22 Oktober 2017
Senin, 16 Oktober 2017
Kamis, 29 Juni 2017
Nita Yustitia Rahmayani (16410098) tugas pak naka pengertian hakikat, tujuan, manfaat, semarak kartini dan ngopi puisi
A. Definisi Hakikat
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, Hakikat
memiliki dua definisi, yaitu:
1. Definisi berarti : intisari atau dasar. Contoh :
dia yg menanamkan “hakikat” ajaran Islam di hatiku;
2. Definisi berarti : kenyataan yg sebenarnya
(sesungguhnya): Contoh : pada “hakikat”nya mereka orang baik-baik; syariat
palu-memalu, pd -- nya adalah balas-membalas, pb kebaikan harus dibalas dng
kebaikan
Pengertian Hakikat
Kata hakikat (Haqiqat) merupakan kata benda yang berasal dari bahasa
Arab yaitu dari kata “Al-Haqq”, dalam bahasa indonesia menjadi kata pokok yaitu
kata “hak“ yang berarti milik (kepunyaan), kebenaran, atau yang benar-benar
ada, sedangkan secara etimologi Hakikat berarti inti sesuatu, puncak atau
sumber dari segala sesuatu.
Dapat disimpulkan bahwa Hakikat adalah kalimat atau
ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan makna yang yang sebenarnya atau
makna yang paling dasar dari sesuatu seperti benda, kondisi atau pemikiran,
Akan tetapi ada beberapa yang menjadi ungkapan yang sudah sering digunakan dalam
kondisi tertentu, sehingga menjadi semacam konvensi, hakikat seperti disebut
sebagai hakikat secara adat kebiasaan.
Tujuan Puisi
Setiap penulis pasti memiliki maksud
dan tujuan ketika membuat puisi. Tentunya maksud dan tujuan setiap penulis juga
berbeda-beda. Umumnya penulis membuat puisi untuk mengungkapkan isi hatinya,
dan hal-hal yang berkecamuk dalam dirinya yang tidak dapat ia sampaikan secara
lisan. Namun ada juga penulis yang membuat puisi sekadar untuk kesenangan
semata. Maksud dan tujuan tersebut seringkali tersirat (tersembunyi) dibalik
lambang-lambang dan bahasa kiasan yang digunakan penyair.
Karena puisi itu karya seni untuk
menyampaikan gagasan, maka tujuan puisi adalah dulce, (indah, manis) dan utile
( berguna, bermanfaat). Dulce berhubungan dengan muatan yang dikandung puisi,
berupa ajran, gagasan, atau pikiran.
Karya seni itu, termasuk puisi,
berupaya mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan pada keduis teknologi dan
menyadarkan kembali manusia pada kedudukannya sebagai subjek dalam kehidupan ini.
Puisi berusaha mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan yang terkikis teknologi
dan menyadarkan kembali manusi apada kedudukannya sevagai subjek dalam
kehikdupan ini. Puisi berusaha mengembalikan stabilitas, keselarasan dan
keutuhan dalam diri manusia.
3. Manfaat Puisi
- Puisi memiliki manfaat spiritual yang sifatnya tidak langsung bagi kehidupan fisikal yang praktis. Hal ini sesuai dengan hakikat puisi ini berhubungan dengan kehidupan kebatinan dan kejiwaan manusia. Puisi mempengaruhi kehidupan manusia lewat kehidupan batin dan kejiwaannya. Lewat kehidupan kejiwaan ini puisi memepengaruhi aktivitas kehidupan fisik manusia.
- Puisi merangsang kepekaan terhadap keindahan dan terhadap rasa kemanusiaan.
Semarak kartini, itu salah satu kegiatan yang diadakan oleh Universitas PGRI Semarang, acara ini sangat menginspirasi bagi perempuan karena pada zaman yang modern ini tidak ada lagi yang namanya membeda-bedakan hak laki-laki dan perempuan, selain itu pada acara ini juga kedatangan wanita-wanita yang sangat menginspirasi dan memotivasi saya untuk lebih baik lagi, wanita itu adalah finalis Putri Indonesia tahun 2017 Megawati Prabowo dan ibu Wali Kota Semarang dan ibu rumah tangga, ketiga wanita sangatlah menginspirasi bagi semua perempuan yang berada pada acara tersebut. mereka mampu berbicara pada bidangnya masing-masing contohnya adalah Megawati, dia mampu mewakili Jawa Tengah di finalis putri Indonesia tahun 2017.
Ngopi puisi adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Hima PBSI Universitas PGRI Semarang kegiatan ini menurut saya sangatlah bagus karena pada zaman yang sudah maju ini tidak adalagi sastrawan-sastrawan yang bermunculan, selain itu dalam acara ini ada juga membedah puisi yang dibuat oleh sastrawan terkenal, dan saya berharap acara ini dilakukan setiap bulannya untuk mencari sastrawan-sastrawan muda atau bakat-bakat muda yang akan menjadi sastrawan terkenal.
Langganan:
Komentar (Atom)